Jika Anda Berminat Ingin Meningkatkan Hasil Panen Penerapan Pakai Cara Organik,
Untuk Pemesanan Produk NASA Silahkan Hubungi: 081904252629(XL) 081233750366(Simp)
Go Organik NASA

Cara Membuat Pupuk Organik dari Limbah Kotoran Kambing

Pembuatan Pupuk Organik Dari Kotoran Kambing 
Sumber: http://mkrplkotajogja.blogspot.com/p/pupuk-organik-dari-limbah-ternak.html

Pengolahan bahan organik/limbah kandang biasanya melihat kondisi kandungan air pada kotoran ternak, jika kotoran ternak pada kondisi basah bahan decomposer sebaiknya menggunakan decomposer padat/tepung, ditambah bahan limbah organik lain (abu, sekam, dolomit, sersah tanaman) agar kelembaban bahan organik dengan kadar air 40%.  Sedangkan bila kondisi kotoran ternak kering bisa meggunakan decomposer cair yang dilarutkan pada air kemudian disiramkan sekaligus untuk tujuan mengatur kelembaban dengan kadar air 40%.  
Teknologi pembuatan pupuk organik dari limbah kandang atau kotoran ternak juga telah banyak dihasilkan dengan berbagai cara pengolahan. 

Berikut adalah salah satu cara pengolahan pupuk organik dari bahan organik kotoran atau limbah kandang ternak kambing.  
 
 
CARA MENGOLAH KOTORAN KAMBING,PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI KOTORAN KAMBING. Pengolahan bahan organik/limbah kandang biasanya melihat kondisi kandungan air pada kotoran ternak, jika kotoran ternak pada kondisi basah bahan decomposer sebaiknya menggunakan decomposer padat/tepung, ditambah bahan limbah organik lain (abu, sekam, dolomit, sersah tanaman) agar kelembaban bahan organik dengan kadar air 40%.  Sedangkan bila kondisi kotoran ternak kering bisa meggunakan decomposer cair yang dilarutkan pada air kemudian disiramkan sekaligus untuk tujuan mengatur kelembaban dengan kadar air 40%.   Teknologi pembuatan pupuk organik dari limbah kandang atau kotoran ternak juga telah banyak dihasilkan dengan berbagai cara pengolahan. Berikut adalah salah satu cara pengolahan pupuk organik dari bahan organik kotoran atau limbah kandang ternak kambing.   

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT DARI KOTORAN KAMBING  
BAHAN :
  1. 1 ton kotoran kambing
  2. 200 kg kapur pertanian (Dolomit)
  3. 200 kg abu sekam
  4. 4 kg primadec (decomposer)
  5. 6 kg pupuk SP-36
Alat :
  1. Cangkul
  2. Terpal
  3. Ember
Tahapan pembuatan Pupuk Organik Padat (POP)  Kotoran Kambing
  1. Siapkan tempat atau hamparan yang ternaungi dan jika hujan tempat tersebut tidak tergenang air.
  2. Lakukan proses pencampuran bahan, agar mudah dan merata bisa dilakukan dengan cara membuat lapisan-lapisan.
  3. Pembuatan lapisan dengan cara menghamparkan kotoran kambing dan sersah bahan organik lain setebal kurang lebih 30 cm dan taburkan dolomit, abu dan decomposer secukupnya.
  4. Kemudian siapkan pupuk SP-36 secukupnya dari dosis yang ditetapkan yang dilarutkan dalam air kemudian disirampkan pada lapisan tersebut hingga kadar air mencapai 40%. Atau bisa diukur dengan cara diremas dengan tangan air tidak meneteskan atau  bahan organik tidak pecah saat genggaman tangan dibuka.
  5. Buat lapisan berikutnya hingga semua bahan habis, kemudian lapisan tersebut dicangkul dari salah satu sisi searah hingga menimbulkan timbunan baru.
  6. Lakukan lagi kearah kebalikannya, kemudian ditimbun atau dibuat gunungan sebesar lebar terpal penutup. 
  7. Timbunan ditutup rapat dengan terpal dan bagian pinggir terpal diberi beban sehingga jika ada angin terpal tidak terbuka.
  8. Diamkan selama 1 minggu, setelah satu minggu terpal dibuka dan timbunan diaduk untuk tujuan pemberian airasi pada proses pengomposan. Proses pengomposan yang berhasil akan timbul panas dan dapat dirasakan saat pembongkaran gundukan.
Cara aplikasi pada tanaman :
Aplikasi pupuk organik untuk tanaman musiman dapat dilakukan bersamaan saat pengolahan lahan, Pemupukan pada tanaman tahunan, sebaiknya dibenam pada bagian ujung perakaran, dan setiap tanaman umumnya memiliki ujung perakaran berada tepat dibawah daun paling ujung dari tanaman tersebut. Semakin banyak pupuk organik diberikan semakin meningkat kesuburan tahan.

POLA INTENSIF PENGGEMUKAN KAMBING-DOMBA DENGAN TEKNOLOGI NASA  

Pakan utama yang umum diberikan berupa hijauan segar, seperti rumput, legum(daun lamtoro dan turi, dll) atau aneka hijauan (daun singkong (protein cukup tinggi), daun nangka dan daun pepaya). Khusus legume dan aneka hijauan sebelum diberi pada ternak sebaiknya dilayukan terlebih dahulu 2-3 jam dibawah terik matahari untuk menghilangkan racun yang ada dalam hijauan tersebut.

      Selain pakan hijauan, dapat juga ditambah dengan pakan padat /konsentrat. Jenis yang dapat digunakan adalah bekatul, ampas tahu, ketela pohon (dicacah dahulu). Jenis pakan tersebut mudah dan murah dibeli dengan sumbangan yang cukup lumayan untuk kebutuhan nutrisinya. Kebutuhan setiap ekor kira-kira 3 kg per hari dengan komposisi 40% berkatul 40% ampas tahu dan 20% ketela pohon.
       Teknik pemberian konsentrat disarankan jangan bersamaan dengan hijauan,  karena pakan ini mempunyai daya cerna dan kandungan nutrisi yang berbeda dengan hijauan.  Jumlah pemberian konsentrat sekitar 1 kg/ekor/hari.

Contoh Pola Pemberian Pakan

Pakan                               Waktu                                   Hijauan                                             Konsentrat

Pagi                        (±Pukul 08.00)                   Rumput , Legume            Bekatul, ampas tahu, ampas singkong

Sore                       (±Pukul 15.00)                   Rumput , Legume            Bekatul, ampas tahu, ampas singkong

Catatan: Pemberian konsentrat disarankan diberikan saat kambing atau domba sudah banyak mengkonsumsi hijauan, tetapi belum terlihat kenyang.
Selain pemberian rumput dan konsentrat, masih dibutuhkan pakan pelengkap yang mengandung gizi ternak lengkap yang belum terdapat pada hijauan dan konsentrat untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi ternak.  Sehingga tujuan atau target dari budidaya ternak yaitu memiliki ternak dengan pertumbuhan optimal dan sehat dapat tercapai. Sebagai pakan pelengkap maka PT. NATURAL NUSANTARA mengeluarkan suplemen khusus ternak yaitu VITERNA Plus, POC NASA dan HORMONIK. Produk ini menggunakan teknologi asam amino yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh Kambing/Domba, yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak.


       VITERNA Plus, POC NASA dan HORMONIK mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak, yaitu :
Asam-asam amino esensial, yaitu Arginin, Hiistidin, Leusin, Isoleusin dan lain-lain sebagai penyusun protein tubuh, pembentuk sel dan organ tubuh.
Vitamin lengkap yang berfungsi untuk berlangsungnya proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh kambing/domba dari serangan penyakit.
Mineral-mineral lengkap yaitu N, P, K,  Ca, mg , Cl dan lain-lain sebagai penyusun tulang, darah dan berperan dalam sintesis enzim untuk memperlancar proses metabolisme  dalam tubuh.
Cara penggunaannya adalah dengan dicampurkan dalam air minum atau komboran pakan konsentrat. Ketiga produk NASA tersebut masing-masing satu botol dicampurkan menjadi satu larutan dahulu sebagai larutan induk. Dosis pemakaian : ±10  cc atau 1 tutup botol campuran ketiga produk NASA tersebut  diberikan perekor/hari.

Keunggulan dan Manfaat dari Penggunaan produk NASA pada penggemukan kambing domba adalah :
Berasal dari bahan alami/organik, bukan dari bahan-bahan kimia atau sintetik
Merupakan pakan tambahan yang berperan sebagai sumber protein, mineral dan vitamin.
Mampu menggantikan pemberian vitamin dan mineral kimia/sintetik
Meningkatkan nafsu makan
Mempercepat adaptasi kambing/domba terhadap pakan, pada saat pertama kali masuk kandang.
Mengurangi kestresan pada kambing/domba, baik pada saat masuk kandang pertama kali, setelah kambing-domba divaksinasi atau saat kambing-domba dalam proses pengobatan
Mempercepat pertumbuhan kambing/domba
Mengurangi bau kotoran
Meningkatkan kesehatan kambing/domba
Meningkatkan kualitas daging kambing/domba dengan warna lebih merah, padat dan rendah lemak.
C.Tatalaksana Reproduksi
Tata laksana reproduksi meliputi :
- Dengan pengelolaan yang baik kambing/domba  dapat  melahirkan 7 bulan sekali.
- Perkawinan kembali setelah melahirkan 1bulan kemudian.
- Penyapihan anak dilaksanakan pada 3 – 4 bulan.
- Umur dewasa kelamin 8 - 10 bulan
- Siklus birahi 17 - 21 hari
- Lama birahi 24 - 40 jam, bila birahi pagi maka sore atau esok harinya harus dikawinkan
-Masa kebuntingan : 5 bulan.




TANGGUH Probiotik Pakan Ternak merupakan formula khusus untuk proses fermentasi pakan ternak yang dibuat dari bahan-bahan organik murni sesuai anjuran dunia untuk kembali ke alam, dengan fungsi utama menghasilkan pakan fermentasi yang berkualitas dengan meningkatkan gizi, cita rasa, dan palatabilitas (tingkat kesukaan ternak).

Dosis Probiotik Tangguh :Ternak : 2 tutup botol (+20cc) TANGGUH per 5 liter air untuk 100 kg  (1 kwintal) pakan ternak atau hijauan.Udang : 1 – 3 liter / haIkan : 1 – 2,5 liter / haKandungan Probiotik Tangguh :

Lactobacillus sp.   : 2,5   * 10 Pangkat 7 cfu/mlAzotobacter sp.     : 1,31 * 10 pangkat 6 cfu/mlStreptomyces sp.  : 2,42 * 10 pangkat 6 cfu/mlAspergillus sp.       : 1,90 * 10 pangkat 5 cfu/mlTrichoderma sp.   :   2,8 * 10 pangkat 5 cfu/mlpH                        :  5,0 

Fungsi :Penambat nitrogen            : PositifPelarut Fosfat                    : PositifPenghasil Fitohormon       : PositifPerombak Bahan Organik  :Perombak Selulosa  : Positif.Perombak Lignin     : Positif.Sebagaimana produk-produk NASA lainnya, TANGGUH Probiotik Pakan Ternak sudah memenuhi standar Kualitas – Kuantitas – Kelestarian (K-3).


Cara Pembuatan Pakan fermentasi Ternak :
Siapkan Jerami,  galaran untuk alas, siapkan air, siapkan PROBIOTIK TANGGUH, Siapkan Bekatul dan tempat untuk proses fermentasi yaitu bisa dengan terpal atau tempat lain yang dapat ditutup rapat.Tumpuk atau susun jerami kering sampai kira-kira ketebalan 20-30cm, kemudian siram dengan air yang sudah dicampur PROBIOTIK TANGGUH (takaran 5 tutup / 15 liter air) sampai kira-kira kadar air 60%,
taburi bekatul di atas tumpukan jerami secara halus dan merata, tumpuk lagi jerami di lapisan atasnya dan perlakukan sama dengan perlakuan sebelumnya.  Demikian seterusnya sampai pada ketinggian tumpukan jerami sesuai yang dikehendaki. Langkah selanjutnya tutup rapat tumpukan jerami tersebut 1-3 hari.
Setelah itu tumpukan jerami yang  ditutup selanjutnya dibuka dan diangin-anginkan sebentar agar dingin sebelum diberikan untuk pakan ternak. Simpan di tempat yang teduh (terhindar dari sinar matahari dan air hujan) untuk persediaan pakan  ternak sampai dengan berbulan-bulan.Kelebihan proses fermentasi jerami padi dengan PROBIOTIK TANGGUH, hanya memerlukan waktu sehari (1x24jam) sehingga ternak dan peternak tidak repot menunggu terlalu lama untuk pemberian pakan ternaknya.Untuk 5 tutup botol PROBIOTIK TANGGUH (dengan pencampuran air 15-45 liter air) dapat digunakan memfermentasi jerami kurang lebih1,5 kwintal.

Pengendalian Penyakit 

Tindakan pertama yang dilakukan pada usaha pemeliharaan Kado adalah melakukan pencegahan terjangkitnya penyakit pada ternak. Beberapa langkah pencegahan adalah sebagai berikut :
Lahan yang digunakan untuk memelihara Kado harus bebas dari penyakit menular.
Kandang Kado harus kuat, aman dan bebas penyakit. Apabila digunakan kandang bekas kado yang telah terserang penyakit, kandang cukup dicucihamakan dengan disinfektan, kemudian dibiarkan beberapa saat. Apabila kandang tersebut bekas kado sehat cukup dicuci dengan air biasa.
Kado yang baru masuk sebaiknya dimasukkan  ke kandang karantina dulu dengan perlakuan khusus. Ternak yang diduga bulunya membawa penyakit sebaiknya dimandikan dan digosok dengan larutan sabun karbol, Neguvon, Bacticol Pour, Triatex atau Granade 5% EC dengan konsentrasi 4,5 gram/3 liter air. Untuk membasmi kutu, Kado dapat juga dimandikan larutan Asuntol  berkonsentrasi 3-6 gram/3 liter air.
Kandang dan lingkungan tidak boleh lembap dan bebas dari genangan air. Kelembapan yang tinggi dan genangan air mengakibatkan perkembangan nyamuk atau hewan sejenis yang menggigit dan menghisap darak ternak.
Dilakukan vaksinasi secara teratur. Vaksinasi bertujuan untuk mencegah terjangkitnya penyakit oleh Virus.
Beberapa  penyakit  yang  dapat   menyerang Kambing/domba adalah:
1) Penyakit parasit (kudis, kutu, cacingan);
2) Penyakit Bakterial (Antarks, Cacar mulut, Busuk Kuku);
3) Penyakit Virus (Orf);
4) Penyakit lain (Keracunan sianida, Kembung Perut, Keguguran).
Hal penting dalam pengendalian penyakit adalah meningkatkan kesehatan ternak dan kebersihan kandang dan lingkungan sekitarnya serta monitoring/pengamatan yang kontinyu pada ternak sehingga apabila terdapat gejala penyakit, segera dapat diketahui jenis penyakit tersebut dan cara pencegahan dan pengobatannya.



Demikianlah, akhir kata dari Peternakan ORGANIK NASA sekiranya artikel ini bermanfaat bagi yang ingin menggunakan hal ini dalam budidaya anda, terima kasih.
 
  1. Cara pemesanan:
  2. SMS/Telp  untuk konfirmasi Pemesanan 081904252629
  3. Kemudian akan dihitung jumlah biaya yang harus ditransfer.
  4. Transfer biaya pembelian + bea kirim (bila diperlukan) sesuai dengan pemesanan melalui
    Rekening BCA : 4451266548 a/n Joko Nur Cahyo
    BCA Cab. KatamsoYogyakarta.  atau
     
  5. Rekening BRI : 6640-01-024468-53-9 a/n Joko Nur Cahyo BRI unit Kasihan Bantul
  6. Konfirmasi Nama dan Alamat pengiriman Via Hp 0819.0425.2629(XL) 0812.3375.0366(Simp)



Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Cara Membuat Pupuk Organik dari Limbah Kotoran Kambing"

  1. Bagi pengusaha yang menyukai ramah lingkungan maka pantas sekali menggunakan Tray Greenpack untuk produk makanannya. Saat ini penting sekali bagi kita untuk menyelamatkan lingkungan sekitar kita untuk menyelamatkan bumi kita dari pemanasan global warming.

    BalasHapus