Jika Anda Berminat Ingin Meningkatkan Hasil Panen Penerapan Pakai Cara Organik,
Untuk Pemesanan Produk NASA Silahkan Hubungi: 081904252629(XL) 081233750366(Simp)
Go Organik NASA

Cara Mengatasi Jamur Ganoderma Pada Kelapa Sawit


Jamur Ganoderma Pada Tanaman Kelapa Sawit
Ganoderma boninense
Jutaan hektar pertanaman kelapa sawit di Indonesia tengah menghadapi ancaman penyakit yang mematikan. Penyakit ini tidak hanya menyerang pertanaman kelapa sawit petani akan tetapi juga menyerang tanaman sawit di perkebunan besar yang dibudidayakan secara intensif. Penyakit menyerang bagian pangkal batang kelapa sawit secara perlahan sehingga menyebabkan busuknya pangkal batang oleh karena itu penyakit ini dinamakan Busuk Pangkal Batang (BPB) yang disebabkan oleh jamur Ganoderma spp. Menurut literatur ”Penyakit-Penyakit Perkebunan di Indonesia” yang ditulis oleh Semangun disebutkan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense.
 

                                                        Ganoderma boninense


Menurut DR. Darmono, Kepala Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman Perkebunan, dilapangan serangan penyakit BPB pada perkebunan kelapa sawit khususnya di wilayah Sumatera Utara sudah berada pada kondisi mengkhawatirkan. Darmono menjelaskan bahwa berdasarkan contoh kasus hasil sensus yang dilakukannya pada salah satu perkebunan kelapa sawit di wilayah Sumatera, dalam satu hektar tanaman kelapa sawit umur 14 tahun generasi ke 3 dan ke 4 serangan penyakit BPB mencapai 50%. Jika tanaman kelapa sawit sudah terserang BPB maka cepat atau lambat tanaman akan menjumpai kematiannya. Sementara itu berdasarkan rekaman data serangan OPT yang diperoleh Direktorat Jenderal Perkebunan serangan penyakit BPB  terjadi di Sumatera Utara (2.691 ha), Bengkulu (678 ha), dan Aceh (135 ha). Diduga serangan penyakit BPB ini sudah banyak terjadi di luar ke tiga provinsi ini namun belum dilaporkan.

Arti Penting Ganoderma
Ganoderma adalah jamur patogenik tular tanah (soil borne) yang banyak ditemukan di hutan-hutan primer dan menyerang berbagai jenis tanaman hutan. Jamur ini dapat bertahan di dalam tanah dalam jangka waktu yang lama. Berdasarkan diskusi pada pertemuan Kebijakan Perlindungan Perkebunan tahun 2010 lalu disebutkan bahwa sesungguhnya jamur Ganoderma tergolong pada kelompok jamur yang lemah. Serangan jamur  Ganoderama pada kelapa sawit menjadi dominan karena terjadi ketidakseimbangan agroekosistem di perkebunan kelapa sawit dan tidak adanya jamur kompetitor dalam tanah, akibat menurunnya unsur hara organik dalam tanahdan aplikasi herbisida yang tidak bijaksana. Beberapa faktor krusial yang mempengaruhi perkembangan penyakit BPB antara lain bahan tanaman, jenis tanah, status hara, teknik penanaman, dan tanaman yang ditanam sebelum pembukaan lahan baru.
Penyakit menyebar ke tanaman sehat bila akar tanaman bersinggungan dengan tunggul-tunggul pohon yang sakit. Laju infeksi Ganoderma akan semakin cepat ketika populasi sumber penyakit (inokulum) semakin banyak diareal perkebunan kelapa sawit. Hal ini akan mengancam kelangsungan hidup tanaman kelapa sawit muda yang baru saja ditanam.
Gejala Serangan
Gejala awal serangan penyakit BPB pada kelapa sawit yaitu terdapat sedikitnya 3 pupus (pelepah daun muda) yang tidak membuka sempurna, terdapat bercak hitam pada pangkal batang. Selanjutnya gejala berupa kelayuan menyeluruh, daun nampak seperti kekurangan air dan hara, pelepah-pelepah terbawah menguning mulai dari ujung mengarah ke pangkal, mengering dan nekrosis berwarna cokelat. Daun-daun tua layu, patah pada pelepahnya dan menggantung disekitar batang.
Gejala khas serangan Ganoderma sebelum terbentuk tubuh buah adalah adanya pembusukan pada pangkal batang. Apabila pangkal batang sakit dibelah melintang, terlihat jaringan yang membusuk dan terdapat jalur-jalur tidak teratur  berwarna cokelat tua. Di tepi daerah yang terinfeksi terdapat zone tidak teratur berwarna kuning danberbau  seperti minyak sawit yang mengalami fermentasi yang merupakan akibat dari mekanisme perlawanan tanaman terhadap infeksi Ganoderma.
Bila tanaman sudah terserang berat, tubuh buah Ganoderma akan terbentuk pada pangkal batang atau akar sakit didekat batang.  Tanaman mati dalam 6-12 bulan setelah terlihat gejala awal pada daun, dan banyak tanaman sakit tumbang  sebelum badan buah jamur terbentuk terutama pada tanaman muda.
Upaya Pengendalian
Menurut Darmono sesungguhnya yang “sakit” adalah lahannya, sehingga meskipun bibit kelapa sawit yang ditanam bebas dari inokulum Ganoderma namun bila ditanam pada areal yang sudah terinfeksi Ganoderma dalam kualitas dan kuantitas yang tinggi maka tanaman tersebut akan terserang juga. Penyakit BPB pada kelapa sawit mampu mengakibatkan kematian tanaman lebih dari 80% populasi tanaman pada satu hamparan. Kondisi inilah yang menjadikan penyakit busuk pangkal batang pada kelapa sawit sebagai penyakit terpenting yang harus segera dikendalikan.
Sementara itu menurut Prof. Meity S. Sinaga, Pakar Ganoderma  IPB, berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan strategi pengendalian penyakit BPB Ganoderma yang paling menjanjikan yaitu dengan menerapkan pengendalian terpadu yang merupakan kombinasi dari:
Pengendalian hayati yaitu perlakuan bibit dengan jamur antagonis (Trichoderma spp. dan Gliocladium spp.) dan Mikoriza.Untuk meningkatkan pertahanan tanaman terhadap serangan penyakit BPB pada pembibitan kelapa sawit, ke dalam polibag ditambahkan 15-30 gram Mikoriza Arbuskular Vasikular (MVA). Pada saat bibit dipindahkan ke lapangan, ke dalam lubang tanam ditambahkan jamur Trichoderma spp. sebanyak 50-75 gram.

Pemanfaatan tanaman yang toleran terhadap serangan Ganoderma. Ada indikasi bahwa bahan tanaman (varietas dura) menunjukkan gejala yang lebih lambat dari pada bahan tanaman (varietas ternera) yang banyak ditanam di Sumatera.
Pembuatan parit isolasi untuk tanaman terinfeksi, dan Pemusnahan inokulum dengan cara membongkar tanah dan memusnahkan tunggul-tunggul serta akar-akar tanaman terinfeksi kemudian dibakar.



Pupuk Organik Nasa yang berupa Natural GLIO adalah pengendali penyakit alami yang berbahan aktif Gliocladium sp dan Trichoderma sp . Natural GLIO mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman, mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh Gliocladium, mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan, selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah.
MENGAPA MENGGUNAKAN NATURAL GLIO :
1).Mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman. 

2).Mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh GLIO. 
3).Mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit. 
Aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan. 
Selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah.

MEKANISME KERJA GLIO

Pupuk organik Nasa yang berupa Natural GLIO bersifat Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman, sehingga terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi. Natural GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu Gliovirin dan Viridin yang akan mematikan pathogen penyebab penyakit tanaman dan Natural GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi melindungi tanaman dari gangguan pathogen. 

SASARAN
Ganoderma Kelapa sawit.

PATHOGEN / Sumber Infeksi Penyakit

Fungsi/sasaran utama :
Rebah semai (Phytium sp. Rizoctonia sp.) 

Penyakit Layu (Fusarium sp. Pseudomonas sp.)
 

Fungsi/sasaran lainnya :
Penyakit Antraknosa (Colletrotichum sp. Gloeosporium sp.) 

Akar Gada/Bengkak (Plasmodiphora sp.)

Catatan :
    GLIO terutama bersifat prefentif (pencegahan)
    GLIO terutama mengendalikan penyakit yang berada di tanah.

Pengaruh Jamur Antagonis (Gliocladium sp) Dalam Mengendalikan Jamur Patogen Tular Benih Pada Tanaman Padi (Oryza sativa)
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah jamur antagonis (Gliocladium sp.) dapat mengendalikan jamur patogen tular benih pada tanaman padi (Oryza sativa).
Perlakuan yang diqunakan dalam penelitian ini adalah : Varietas Cisokan dan PB 42 diperlakukan dengan jamur Gliocladium sp. dan tanpa perlakuan.

Parameter pengamatan yang dilakukan adalah:
A). Di laboratorium yaitu;

    Jenis-jenis jamur patogen tular benih.
    Persentase daya kecambah,
    Persentase benih terserang.

B). Di Rumah Kaca yaitu: Persentase bibit terserang jamur.

Hasil penelitian ditemukan 7 spesies jamur patogen tular benih yaitu:

    Drechslera oryzae,
    Pyricularia oryzae,
    Alternaria padwickii,
    Fusarium moniliformae,
    Fusarium raminiarum,
    Cercospora oryzae, dan
    Curvularia eragrostidis.

Perlakuan Gliocladium sp. dapat menurunkan persentase benih terserang jamur patogen tular benih pada kedua varietas. Penurunan persentase serangan jamur pada varietas PB 42 adalah: 1.25 - 15.50 %. dan pada Varietas Cisokan adalah 2.25 - 7.75 %. Jamur Gliocladium sp. juga dapat meningkatkan persentase daya kecambah normal untuk kedua varietas yaitu 23 % untuk varietas PB 42 dan 29,65 % untuk varietas Cisokan.




CARA MENGATASI DAN MENCEGAH PENYAKIT JAMUR GANODERMA PADA TANAMAN KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN NATURAL GLIO.
Cara aplikasi Natural Glio:
- Gunakan 1 kotak Natural GLIO (100 gram) ditambah 3 sendok makan gula pasir dan 10 liter air
  (jangan menggunakan air PAM dan jangan air panas).
- Natural GLIO dan gula pasir dimasukkan ke dalam ember yang berisi air 10 liter tersebut,
  diaduk-aduk dengan tangan sampai larut sampai tercampur rata.
- Setelah itu siramkan ke pangkal batang tanaman sawit yang terkena jamur Ganoderma
  (baik yang sudah mati atau yang masih hidup).
- Tiap batang tanaman kelapa sawit disirami 1 liter larutan GLIO melingkari pangkal batang pada tanaman Kelapa sawit.
- Tanaman terinfeksi penyakit, jika terjadi gejala serangan pathogen, maka 1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang matang
  atau kompos 2-3 kg lalu diamkan + 1 minggu baru digunakan, dosis 2-3 sendok makan pada tanaman terserang.

Peringatan:
Aplikasinya harus dilakukan pada sore hari sekitar jam 16.00 s/d jam 18.00
  agar larutan Natural GLIO tidak terkena sinar matahari.
- Pada tanaman yang terserang berat, tidak bisa diatasi dengan Natural GLIO,
  tetapi harus tetap diberi lartan Natural GLIO agar sumber penyakitnya bisa diatasi sehingga tidak pindah/
  menular ke tanaman kelapa sawit yang ada di sekitarnya.
- Pada daerah kronis / endemis,penggunaannya di ulang setelah 2 bulan.
- Jangan dicampur dengan pestisida dan pupuk kimia.
- Sebelum dan sesudah  aplikasi GLIO jangan menggunakan pestisida.
- Jangan menggunakan GLIO yang sudah kadaluarsa.
- Sebelum di gunakan GLIO disimpan ditempat yang teduh.


 Selamat mencoba.
  1. Cara pemesanan:
  2. SMS/Telp/BBM untuk konfirmasi Pemesanan 081904252629(XL)
  3. Kemudian akan dihitung jumlah biaya yang harus ditransfer.
  4. Transfer biaya pembelian + bea kirim (bila diperlukan) sesuai dengan pemesanan melalui
    Rekening BCA : 4451266548 a/n Joko Nur Cahyo
    BCA Cab. KatamsoYogyakarta.  atau
     
  5. Rekening BRI : 6640-01-024468-53-9 a/n Joko Nur Cahyo BRI unit Kasihan Bantul Yogyakarta.
  6. Konfirmasi Nama dan Alamat pengiriman Via Hp 0819.0425.2629(XL) 0812.3375.0366(Simp)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Mengatasi Jamur Ganoderma Pada Kelapa Sawit"

Posting Komentar